• -

Kendala Indonesia Untuk Bisa Unjuk Gigi di Bidang MICE

Category : News

Industri MICE di Indonesia masih mengalami kendala untuk lebih maju ketimbang negara lain di ASEAN.  Data International Congress and Convention Association (ICCA) menunjukkan pada 2018 Indonesia menduduki posisi ke-36 untuk Ranking Dunia Destinasi Pertemuan Asosiasi Internasional dengan total 122 pertemuan tingkat regional dan dunia.

Sementara itu, di kawasan Asia Pasifik, Indonesia berada di urutan ke-11. Indonesia masih berada di bawah negara- negara ASEAN lain, seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. “Kenapa rendah pertama sebetulnya kalau lihat Indonesia ini mampu, yang jadi permasalahan Indonesia saat ini kurang aktif dalam partisipasi event-event asosiasi. Jadi kurang network (relasi),” kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Rizki Handayani, dalam Press Conference ICCA Indonesia Forum 2020 di Jakarta Convention Center, Rabu, (19/02/2020)

Faktor bidding (mengajukan penawaran) yang belum kuat juga menjadi alasan mengapa Indonesia saat ini mesih kalah dengan negara-negara tetangga. Rizki menyatakan untuk lima tahun ke depan pemerintah akan fokus mendukung MICE. Hal ini menjadi sebuah dorongan dari pemerintah, agar Indonesia lebih rajin mengikuti bidding di tingkat internasional.

“Pemerintah siap mem-backup (dukung) 100 persen. Pemerintah juga harus komitmen untuk konsisten menggarap MICE,” jelas Rizki Handayani. Ketua ICCA Indonesia Raty Ning, menyampaikan pendapat mengenai apa saja upaya yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam menunjang industri MICE.

“Bantuan pemerintah itu punya dua, satu di regulasi, satu di fasilitas, kaitannya dengan bujet. Fasilitasi di promosi, fasilitasi untuk meningkatkan kemampuan bidding,” jelasnya. Ia juga berharap industri pariwisata dan asosiasi untuk banyak yang bergabung ke ICCA Indonesia untuk menerima traning (pelatihan). Raty juga menyatakan jika dana pemerintah belum banyak membantu dalam proses bidding. Ia berharap agar pemerintah lebih menyadari pentingnya hal tersebut dan meningkatkan MICE di Indonesia.

Sumber : https://travel.kompas.com/