• -

Curug Gondoriyo Jadi Destinasi Wisata Baru Di Semarang

Jakarta – Jumlah wisatawan yang mencapai 5,7 juta orang pada 2018 belum membuat Pemerintah Kota Semarang berhenti berinovasi. Pemkot Semarang pun makin giat mengembangkan wisata kearifan lokal.

“Akan kita arahkan, wisatawan itu tidak hanya ke Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Kota Lama, atau Semarang Bridge Fountain, tapi juga masuk ke pariwisata yang mengutamakan kearifan lokal seperti di Gondoriyo ini,” ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam keterangan tertulis, Senin (2/12/2019).

Kelurahan Gondoriyo memiliki destinasi baru bernama Curug Gondoriyo dan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata kearifan lokal yang menarik.

“Saya mendengar ada namanya curug di Gondoriyo kurang lebih pada awal tahun 2019. Kemudian diberi lampu-lampu, dibuat spot foto-foto instagramable dan alhamdulillah jadi viral,” ungkap pria yang akrab disapa Hendi ini.

Curug Gondoriyo mulai awal tahun ini menarik banyak minat wisatawan salah satunya karena pengelola mempercantik curug saat malam hari menggunakan lampu warna-warni. Curug setinggi 20 meter ini juga unik karena terdapat gua sepanjang 2.5 meter di dalam air terjun. Meski demikian, menurut Hendi Curug Gondoriyo masih memerlukan pembenahan.

“Tempat pariwisata itu yang pertama adalah aksesnya harus gampang. Aksesibilitas itu macam-macam, mulai dari transportasi umumnya sampai jalan masuknya,” ungkapnya.

Hal tersebut diungkapkan karena saat berkunjung pertama kalinya ke curug tersebut Hendi menilai akses jalan susah dijangkau. Pihaknya pun meminta kepada dinas terkait agar akses jalan diperbaiki berupa paving blok pada akhir tahun ini.

Ia juga berpesan agar Gondoriyo menggelar atraksi kesenian sebagai pemikat wisatawan secara kontinyu.

“Kesenian itu harus rutin diadakan, sehingga orang datang ke sini tidak hanya menikmati kecantikan curug ini tapi juga ada event atraksi, ada lesung, setap hari ada yang masak jenang, jangan setahun sekali,” pesan Hendi.

Gondoriyo memiliki sejumlah kesenian yang dapat dikategorikan sebagai wisata kearifan lokal karena memiliki sejumlah kesenian berupa Susrukwangan & Gejluk Lesung. Hingga ragam kuliner lokal seperti Jenang Gondoriyo, Nasi Bleduk dan Wedang Sinom.

Sumber : https://news.detik.com/


  • -

Nikmati Perjalanan Dengan Kereta Wisata

Category : News

Kereta Api Indonesia memiliki tujuh jenis gerbong kereta wisata dengan pelayanan dan fasilitas mewah. Kereta itu adalah Kereta Wisata Jawa, Kereta Wisata Nusantara, Kereta Wisata Toraja, Kereta Wisata Bali, Kereta Wisata Sumatera, Kereta Wisata Imperial, dan Kereta Wisata Priority. Dari luar, seluruh bodi gerbong kereta wisata ini berkelir merah hati dan dikaitkan pada rangkaian paling belakang.

Tempo sempat naik Kereta Wisata Jawa dan Kereta Wisata Priority saat tur bersama Agoda untuk pergi dan pulang dari Bandung pada Selasa-Rabu, 26-27 November 2019. Kereta Wisata Jawa dengan kapasitas 20 penumpang, memiliki fasilitas karaoke, ruang makan, mini bar, sofa, kamar tidur, dan toilet. Adapun Kereta Wisata Priority mampu menampung 30 penumpang dengan fasilitas kursi eksklusif untuk masing-masing orang, mini bar, ruang makan, dan karaoke.

Untuk menggunakan layanan kereta wisata ini, calon penumpang harus mendaftar dulu ke PT. Kereta Api Indonesia. Biayanya mulai Rp 17 juta, tergantung jauh dekat perjalanan.

 

Sumber : Tempo.co


  • -

Tiket Rp 14 Juta Wisata Pulau Komodo, Ini PR Berat Jokowi!

Jakarta, CNBC Indonesia – Skotlandia meraup Rp746 miliar per tahun dari wisata berbasis mitos, yakni naga Nessie di DanauLochness. Indonesia, negeri di mana naga benar-benar ada dan melata, berencana menggarap Pulau Komodo menjadi wisata premium. Layakkah?

Rencana itu mengemuka Senin (30/9/2019) lalu setelah rapat rencana pengembangan Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan cagar biosfer hewan endemik Komodo (Komodo Dragon) pada 1977 dan world heritage pada 1991.

Rapat itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dan Gubernur NTT Victor Laiskodat. Siti menyebutkan bahwa Taman Nasional Komodo akan ditata menjadi wisata premium.

Terakhir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama bersama tim Kemenparekraf melakukan kunjungan kerja ke beberapa destinasi wisata super prioritas, termasuk di antaranya Pulau Komodo, pada Jumat (29/11/2019).

“Hari ini, kami mengeksplorasi beberapa sudut terindah Destinasi Super Prioritas ini dalam rangka mengawal progres pembangunan Labuan Bajo sebagai Destinasi Super Premium,” kata Wishnutama dalam caption unggahan Instagramnya di Pulau Komodo.

Rencana tersebut sempat memicu pro-kontra di sosial media. Sebagian netizen menilai itu sebagai bentuk komersialisasi mengingat tiket masuk ke Taman Nasional Komodo direncanakan sebesar US$1.000 atau setara Rp 14 juta.

Gubernur NTT Viktor B Laiskodat mengukuhkan kesan ini setelah terang-terangan menyatakan bahwa NTT hanya untuk wisatawan kaya. “Oleh karena itu wisatawan yang miskin jangan datang berwisata ke NTT, karena memang sudah dirancang untuk wisatawan yang berduit,” kata Viktor Laiskodat di Kupang, NTT, Kamis (14/11), sebagaimana dikutip Detik.com.

Menurut catatan Tim Riset CNBC Indonesia, wisata premium bukanlah hal baru dalam praktik industri wisata global. Indonesia terhitung terlambat dibanding negara lain yang sudah menggarapnya, seperti Maladewa (Maldives), Australia, dan Selandia Baru (New Zealand).

Secara Natural Pulau Komodo Idealnya Wisata Premium, Tapi..Foto: Sumber: IE University

Mengacu pada Selandia Baru, separuh dari wisatawan premium mereka berasal dari Negara Adidaya yakni Amerika Serikat (AS). Dalam strategi nasionalnya, mereka membidik wisata premiumnya secara ekslusif. Bukan untuk 15 juta kaum kaya dunia, melainkan 1,5 juta orang dari situ yang minimal penghasilannya adalah US$5 juta (Rp 70 miliar) setahun.

Secara Natural Pulau Komodo Idealnya Wisata Premium, Tapi..Foto: Sumber: IE University

Yang digarap bukan asal masyarakat tajir (high net worth individual/HNWI), melainkan pasar tajir melintir (very high HNWI) dan super tajir (ultra HNWI). World Wealth Report (2013) menyebutkan kaum elit ini membelanjakan minimal US$50.000 (Rp 700 juta) sekali kunjungan.

 

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/


  • -

Ada Sport Tourism, Begini Dampaknya Bagi Kota Kecil

Category : News

TEMPO.COJakarta – Perhelatan event olahraga atau sport tourism berupa “Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019″ yang dihelat pada Minggu, 29 November – 1 Desember 2019 di Sirkuit Skyland, Sekayu, berakhir hari Minggu (1/12) kemarin.

Perhelatang yang diikuti 28 pembalap dari 10 negara itu, dirajai pembalan nasional. Selain berdampak fositif bagi pembinaan olahraga otomotif, perhelatan itu membawa berkah bagi pengusaha hotel, restoran dan pelaku wisata lainnya di bumi Serasan Sekate itu.

“Multi efeknya bukan hanya hari ini, kami yakini sport tourism seperti ini dampaknya akan panjang,” kata Muhammad Fariz, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Senin, 2 Desember 2019.

Dalam keterangannya, Fariz menjelaskan beberapa hotel dan sarana akomodasi lainnya menjadi penuh. Tamu-tamu di hotel tersebut berasal dari peserta dan official dari 10 negara di Asia.
Hotel-hotel juga dipenuhi para penonton yang datang dari Palembang, Jakarta dan dari kota-kota lainnya. Hotel Ranggonang sebagai salah satu hotel terbesar di kota Sekayu misalnya, menjadi full booked lantaran kedatangan tamu sejak sepekan terakhir ini.
Sport event mendorong pula pariwisata di Kabupaten Musi Banyuasin. Foto: @langgeng_putra
Hal sama kata Fariz juga dirasakan oleh usaha restoran cita rasa lokal seperti rumah makan pindang, rumah makan padang dan sejenisnya, “Secara langsung kami telah merasakan dampak baiknya,” ujar Fariz.
Bahkan kata Fariz untuk hajatan supermoto yang akan digelar di sirkuit yang sama pada 7-8 Desember, beberapa hotel sudah dipesan. Dia meyakini tamu yang akan masuk kota Sekayu, akan lebih banyak lagi dibandingkan pada hajatan Muba Asia Auto Gymkhana.
Untuk itu dia telah meminta pelaku industry wisata untuk lebih meningkatkan pelayanan agar membawa kesan baik bagi para tamu. Sehingga pada kesempatan lainnya, Sekayu akan menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pusat “Muba Auto Gymkhana Cup 2019” Siswanto Budi mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba Dodi Reza dan seluruh warga yang sukses menjadi tuan rumah yang baik. Menurutnya, event Asia Gymkhana dan Super Moto sangat pas dan pantas digelar di Skyland Muba.
Tidak hanya dukungan warga, kenyamanan melaksanakan event balap di Muba ini, juga karena sarana prasaran dan fasilitas yang lengkap dan sangat menunjang untuk level internasional. Hal itu katanya sangat berbeda pada kondisi beberapa tahun sebelumnya, para peserta harus diinapkan di hotel-hotel yang ada di Palembang. Kondisi tersebut akan merepotkan panitia dan melelahkan bagi para peserta.
Sedangkan Riduan Tumenggung menjelaskan sebanyak 28 pebalap asal 10 negara di Asia turun dalam ajang Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019 di Sirkuit Skyland, Sekayu.
Sejak Sabtu 30 November, pebalap telah tiba di Sekayu di antaranya dari Thailand, Kamboja, Hongkong, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan India.
Pembalap Wanita
Di antara puluhan pembalap itu, terdapat peslalom perempuan, Ng Aik Sha, 29 tahun asal Malaysia dan Yap Hui Ching asal Singapura. Selain pembalap, Aik Sha dikenal sebagai pharmacist di sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur. “Tertarik ikut Ghymkhana sejak tamat kuliah,” katanya, Minggu siang.
Aik Sha menamatkan kuliah sejak 2014 silam di Cyberjaya University College of Medical Sciences (CUCMS) di Kuala Lumpur. Sejak saat itu selain menjalankan rutinitas di bidang farmasi atau obat-obatan, ia mulai menekuni impiannya untuk menjadi pembalap andal untuk kawasan Asia. Untuk mewujudkan impiannya itu ia rutin menggelar latihan bersama rekan-rekan di Kuala Lumpur. Selain itu, sejumlah kejuaran tingkat regional dan asia sering pula di ikuti.
Sumber : https://travel.tempo.co/

  • -

Mau Liburan Gaes? Ini Rekomendasi Destinasi Ala Jokowi

Jakarta, CNBC Indonesia – Sektor pariwisata memang menjadi salah satu fokus pemerintah ke depan. Dalam Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, pemerintah pun menyatakan komitmen untuk mempercepat pembangunan beberapa destinasi wisata prioritas.

Sebab itu, Presiden Jokowi pun terus menerus mensosialisasikan destinasi wisata, termasuk lewat akun Instagramnya @Jokowi, tentu juga menyasar para milenial yang lazimnya memang memiliki akun media sosial, termasuk Twitter, Facebook dan Instagram.

“Ke mana berlibur akhir tahun nanti? Di dalam negeri, kita tengah mengembangkan destinasi wisata baru,” kata Jokowi.

“Kita memang memiliki Bali yang sudah sangat terkenal. Dan sekarang, sedang dikembangkan sepuluh Bali baru. Lima destinasi bahkan kita kebut pengembangannya dalam dua tahun ini,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Adapun kelimanya adalah Mandalika (Lombok Tengah, NTB), Labuan Bajo (Manggarai Barat, NTT), Borobudur (Jateng), Danau Toba (Sumatera Utara), dan Manado (Sulawesi Utara).

“Segmennya berbeda-beda, ada yang super premium, medium ke bawah, ada yang untuk wisata ramai-ramai, juga wisata khusus,” ungkap Jokowi.

“Saya berharap, nanti di akhir tahun 2020, semua infrastruktur — calendar of event, produk ekonomi kreatif, dan cenderamata — yang akan mendukung destinasi wisata baru ini akan selesai.”

 

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/

 


  • -

Aksi Sadar Wisata Penting Untuk Ciptakan Ekosistem Pariwisata

KEGIATAN Peningkatan SDM dan Aksi Sadar Wisata di Desa Wisata digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat di Desa Wisata Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Kamis (28/11/2019). Dalam kegiatan ini Disparbud Jabar mengajak para pelaku wisata serta tamu undangan untuk menjaga dan mengembangkan kawasan desa wisata yang memiliki beberapa destinasi wisata di daerah tersebut.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Provinsi Jawa Barat, H. Iwan Priatna yang mengajak para pelaku wisata dan tamu undangan untuk menimba ilmu dan mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari kegiatan ini.

“Diharapkan semua elemen di desa wisata ini untuk dapat meningkatkan kapasitas usaha di desa wisata, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dalam upaya peningkatan ekonomi,” kata Iwan dalam siaran persnya, Kamis.

Iwan mwengapresiasi kepada warga dan Pemerintah Kabupaten Majalengka yang konsisten dan berperan aktif dalam pengelolaan kawasan desa wisata Bantaragung.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman AP. MSi. Gatot mengatakan, desa yang telah mendapat penghargaan sebagai Juara 3 ‘Surga Tersembunyi Terpopuler’ di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 ini merupakan destinasi wisata di Kabupaten Majalengka yang memiliki potensi wisata menakjubkan. Berada di kawasan kaki gunung Ciremai, wisatawan dapat merasakan sejuknya hawa pegunungan disertai pemandangan luar biasa.

”Peningkatan SDM dan Aksi Sadar Wisata ini penting mengingat untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang handal. Tidak hanya fokus pada destinasi saja, namun masyarakat dan budaya-lah yang menjadi ruh agar iklim pariwisata dapat lestari dan unggul” paparnya.

Gatot menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan merekatkan tali silaturahmi antara Pemerintah Daerah dengan pelaku wisata. Kegiatan tersebut sebagai bentuk implementasi Aksi Sadar Wisata.

”Melalui kegiatan ini, harapannya tingkat kunjungan wisata semakin tinggi, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini juga perlu diteruskan sebagai upaya berkelanjutan, simultan pada setiap kawasan khususnya di Kabupaten Majalengka” jelasnya.

Desa Wisata Bantaragung dikenal mempunyai beberapa destinasi wisata menarik, diantaranya adalah Curug Cipeuteuy, Bumi Perkemahan Awi Lega, Batu Asahan, Bukit Batu Semar, Puncak Pasir Cariu, dan Terasering Sawah Ciboer Pass. Kawasan ini banyak dikunjungi masyarakat. Terlebih hari libur, kunjungan di destinasi wisata tersebut lebih ramai dibandingkan hari biasa.

 

Sumber : https://www.galamedianews.com/


  • -

Wishnutama Tegaskan Labuan Bajo Jadi Wisata Super Premium

Labuan Bajo – Menparekraf Wishnutama tegaskan Labuan Bajo akan menjadi destinasi wisata super premium dari Indonesia. Ia sudah menilik langsung rumah dari komodo dan gugusan pulaunya yang cantik.

“Potensi wisata Labuan Bajo, NTT memang luar biasa. Hari ini, kami mengeksplorasi beberapa sudut terindah Destinasi Super Prioritas ini dalam rangka mengawal progres pembangunan Labuan Bajo sebagai Destinasi Super Premium yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo,” kata Wishnutama dalam unggahan Instagram terbarunya, Jumat (29/11/2019).

Menparekraf juga ditemani wakilnya, Angela Tanoesoedibjo dalam kunjungan ke Labuan Bajo dan sekitarnya. Tim Kemenparekraf disambut oleh Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin, Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong, Dirut Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana, Kadispar NTT Wayan Darmawa.

Destinasi pertama yang mereka kunjungi adalah Pulau Padar dan Pink Beach. Katanya, pulau itu memiliki pemandangan spektakuler dengan perjalanan selanjutnya mengunjungi komodo di Pulau Komodo dan Rinca.

“Gugusan pulau-pulau dengan bukit-bukit, berpadu dengan birunya air laut sejernih kristal, memanjakan semua mata yang memandang,” jelas Wishnutama.

“Perjalanan kami kemudian dilanjutkan dengan singgah di Pulau Komodo dan Pulau Rinca untuk melihat secara langsung Komodo di alam liar. Kami terpesona dengan satwa dari zaman dinosaurus ini,” imbuhnya.

Tak hanya itu, mereka juga menyapa pedagang cinderamata lokal dan mendengar pendapat guna meningkatkan kualitas produk ekonomi kreatifnya. Wishnutama ingin mengembangkan produk dari Labuan Bajo, seperti kuliner, kriya, seni pertunjukan, musik, fesyen, fotografi, videografi, dan masih banyak lagi.

“Hal ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa ekonomi kreatif harus dapat dirasakan tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga di daerah-daerah,” kata dia.

Di akhir unggahan, Wishnutama menegaskan bahwa kawasan Labuan Bajo adalah milik bersama. Ia ingin seluruh stake holder turut membantu menjadikannya sebagai destinasi wisata super premium.

“Pekerjaan rumah kami masih banyak dan Labuan Bajo adalah milik kita bersama. Mari bahu membahu wujudkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Wisata Super Premium Indonesia,” pungkas dia.

 

Sumber : https://travel.detik.com/


  • -

Jokowi Janjikan Dana Jumbo Buat Wishnutama, Tapi…

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak akan ragu memberikan dana jumbo bagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio untuk menggencarkan promosi destinasi wisata Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memberikan pengarahan di depan para pelaku pasar dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) 2019 yang digelar di Raffles Hotel, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

“Promosi besar-besaran silahkan Kemenpar. Kalau negara lain dananya 10, menteri pariwisata 20 saya beri,” tegas Jokowi.

Namun, Jokowi mengingatkan bahwa pemberian dana untuk mempromosikan sejumlah destinasi wisata di Indonesia harus tepat sasaran. Jokowi tak ingin, setiap rupiah yang dikeluarkan tak bermanfaat.

“Tapi harus tepat sasaran. Karena ada segmentasinya, ada super premium, premium. Jangan dicampur-campur,” tegas Jokowi.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi pasca menjabarkan berbagai upaya pemerintah dalam menarik devisa. Salah satunya, dengan pengembangan 10 Bali Baru yang diharapkan bisa selesai dalam waktu cepat.

“Sekarang ini dalam 3 tahun sampai nanti 2020 hanya fokus di lima tempat. Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba, Borobudur, dan di Manado,” tegasnya.

“Lima selesai 2020, sisanya tiga tahun setelah itu dirampungkan lagi. Kalau produknya selesai, ada calendar of event, kreatif industry di situ fokus dikerjakan,  promosi besar-besaran silahkan.”

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/


  • -

Hotel Di Bandung Sepakat Kembangkan Wisata MICE

Category : News

Bandung – Meski harus bersaing menarik tamu ke hotelnya masing-masing, namun para public relations (PR) yang tergabung dalam Himpunan Humas Hotel Bandung (H3B) bertekad mempromosikan Kota Bandung sebagai destinasi wisata budaya, kesenian, dan MICE (meetings, insentives, confrence, exhibitions).

\”Kami setiap sebulan satu kali bertemu untuk membahas program apa sih yang bisa menarik wisatawan ke Bandung. Kami juga saling membantu hotel yang okupansinya rendah,\” ujar Ketua H3B Restina Setiawan dalam Halal Bihalal H3B dengan media di Saung Angklung Udjo di Jalan Padasuka, Jumat (23/9/2011).

Menurut Restina, para PR hotel di Bandung menginginkan Kota Bandung menjadi destinasi wisata MICE. \”Jadi bagaimana menjadikan hotel di Bandung fully booked baik saat weekend dan weekday,\” ujar Restina.

Sementara itu menurut General Manager Grand Hotel Panghegar Handrio Utomo, tanpa wisata MICE, hotel di Bandung tak bisa hidup saat weekday.

\”Kalau weekend hotel di Bandung memang penuh oleh leasure, tapi kalau weekday, sepi. Makanya wisata MICE perlu diseriusi,\” katanya.

Saat ini beberapa hotel di Bandung salahsatunya Grand Hotel Panghegar telah memiliki convention hall yang bisa menampung ribuan tamu.

\”Hotel di Bandung sudah bisa menjadi lokasi konferensi internasional,\” katanya.

Namun menurutnya keberhasilan destinasi wisata MICE, bukan soal prasarana di hotel saja, melainkan sarana dan prasarana kota juga, seperti bandara dan jalan.

\”Kami pengelola hotel bukan hanya bersaing dengan hotel lainnya, tapi juga bersaing dengan kota lainnya seperti Yogya dan juga Bali,\” tuturnya.

 

Sumber : https://news.detik.com/


  • -

Setelah Sukses Tahun Ini, SEOCON 2020 Akan Digelar

Category : News

Jumpa pers penyelenggaraan SEOCON 2020 di Jakarta.

ACARA Search Engine Optimization (SEO) Conference (SEOCON) 2019 telah sukses digelar di Balai Kartini, Jakarta, pada 13-14 Maret 2019. SEOCON 2019 dihadiri 450 peserta yang mengikuti workshop dari sejumlah praktisi berpengalaman di bidang masing-masing.

Dengan besarnya animo peserta terhadap SEOCON 2019, maka SEOCON 2020 akan kembali diselenggarakan di The Kasablanka, Jakarta, pada 26-27 Februari 2020. Bahkan pada SEOCON 2020, para pesertanya diperluas hingga dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Dengan target 3.500 peserta, SEACON 2020 alan menjadi SEO Conference yang paling prestisius.  Kesempatan emas tersebut tentunya tidak boleh dilewatkan untuk kalangan praktisi dan pengamat tren digital dari Indonesia dan negara lainnya.

Pada hari pertamanya, SEOCON 2020 akan mengadakan konferensi yang diisi pakar-pakar digital dari dalam maupun luar negeri seperti Neil Patel, salah satu pakar SEO terbaik, kemudian Jono Alderson dari Yoast, Jon Earnshaw dari Pi Datametrics, hingga Fabian Lim yang merupakan pakar SEO terkenal.

Tidak hanya itu, masih ada JC Carlos (Head SEO, Traveloka) dan Reza Putra (SEO Lead, Tokopedia, serta Ryan Kristo Muljono, pencetus SEOCON dan pendiri ToffeeDev siap membuat SEACON 2020 terasa berbeda.

Pada hari keduanya, dilaksankan lebih dari 12 workshop gratis untuk diikuti, menjadikan SEOCON 2020 ini berbeda jika dibandingkan dengan acara SEOCON sebelumnya,

Chris Adam selaku perwakilan AdamEve Brand Innovator yang turut mendukung SEOCON sebagai Official Digital Partner, mengatakan,“Insight dari speakers luar negeri yang berpengalaman tentu sudah menjadi alasan yang kuat untuk tidak melewatkan acara ini, sebagai acara dengan kemasan lengkap dan holistik untuk praktisi digital”

Pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (27/11), Chris menjelaskan SEACON 2020 akan menjadi salah satu acara penting tahun depan. Ia menjelaskan beberapa alasan kenapa SEACON 2020 memiliki nilai berbeda jika dibandingkan sebelumnya.

Chris memberi alasan, pertama, speakers berpengalaman dari dalam dan luar negeri.

“Pengalaman para speakers yang sudah malang melintang di dunia digital tentu akan membuat perusahaan mampu mengoptimalkan keuntungan dengan mengikuti tren yang ada dan trend masa depan, sehingga keputusan perusahaan akan tepat dalam ekosistem digital, secara investasi maupun perencanaan keputusan di masa depan,” jelasnya.

Kedua, yang penting menyangkut networking. Menurut Chris, selain dihadiri para narasumber yang berpengalaman, acara ini akan dihadiri oleh banyak pelaku bisnis dari berbagai latar belakang usaha. “Sudah tentu ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk menambah koneksi bisnis.”

Alasan ketiga, Indonesia market insightkarena SEACON 2020 menentukan kebijakan perusahaan terutama di dalam ekosistem digital, tentunya memerlukan perencanaan sesuai dengan trend dan forecasting pasar yang up to date, dan SEOCON adalah acara yang tepat. (RO/OL-09)

 

Sumber : https://mediaindonesia.com/